Manajemen Risiko



Perusahaan menerapkan manajemen risiko atau Enterprise Risk Management ( ERM ) dengan mengadopsi standar nasional SNI ISO 31000-2018 dan regulasi pemerintah UU Republik Indonesia No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Risiko sangat melekat pada setiap bisnis, risiko berpotensi menghambat bahkan dapat menggagalkan sasaran/tujuan bisnis perusahaan, maka dari itu Perusahaan berkomitmen bahwa dalam setiap aktivitas dan kegiatan organisasi bisnis perusahaan senantiasa menerapkan manajemen risiko guna mencari dan meminimalkan risiko yang berdampak negatif.

Ada 3 Komponen Utama yang berkaitan dalam penerapan sistem manajemen resiko, yaitu :

  1. Prinsip untuk mengelola risiko, yaitu merupakan pondasi ( aturan dasar ) bagi pengembangan kerangka kerja pengelolaan resiko
  2. Kerangka untuk mengelola risiko, yaitu merupakan pilar-pilar bagi penerapan proses untuk mengelola resiko
  3. Proses untuk mengelola risiko, yaitu pengajabaran dari kerangka pengelolaan resiko dalam rangka mempermudah penerapan prinsip pengelolaan resiko, baik di tingkat direksi, unit kerja, maupun individu.

Dengan menerapkan sistem manajemen risiko, perusahaan melakukan identifikasi, analisa, dan mitigasi, serta pengendalian terkait risiko-risiko yang akan muncul dan meminimalisir risiko tersebut seminimal mungkin.