Latar Belakang

Latar Belakang

PT Wijaya Karya Serang Panimbang merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang dibentuk oleh konsorsium yang terdiri dari PT Wijaya Karya (80 %), PT Pembangunan Perumahan (15 %) dan PT Jababeka Infrastuktur (15%). Pembentukan PT Wijaya Karya Serang Panimbang merupakan kelanjutan dari ditetapkannnya Konsorsium tersebut sebagai pemenang tender pengelolaan Jalan Tol Serang Panimbang.

Pembentukan sebagai BUJT dilakukan di WIKA Tower pada tanggal 17 Pebruari 2017, yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian usaha patungan (PUP) dan akta pendirian PT Wijaya Karya Serang Panimbang yang dilakukan oleh Direktur Operasi III WIKA Destiawan Soewardjono, Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur Tjahjadi Rahardja, dan disaksikan oleh Manajemen PT Pembangunan Perumahan.

Penetapan BUJT PT Serang Panimbang sebagai investor jalan Tol Serang Panimbang, dilakukan pada tanggal 22 Pebruari 2017 di Gedung Kementerian Perekonomian, Jakarta, ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dengan Badan Pengusahaan Jalan Tol (BPJT) dan Perjanjian Penjaminan Proyek Tol Serang Panimbang dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII). Penandatanganan kedua perjanjian strategis tersebut dilakukan oleh Direktur Keuangan PT Wijaya Karya Serang Panimbang, Mulyana dengan Kepala BPJT, Herry Trisaputra Zuna dan Direktur Utama PII, Sintya Rusli serta disaksikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimujono dan Jaksa Agung, M. Prasetyo.

Jalan Tol Serang Panimbang merupakan salah satu dari empat ruas jalan tol kerjasama pemerintah badan usaha (KPBU), yang mendapat dukungan pemerintah dalam bentuk penjaminan bersama dari Kementerian Keuangan dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII). Jalan Tol Serang Panimbang sejauh 83,6 kilometer km, dibagi dalam 3 (tiga) seksi yakni Seksi I : Serang – Rangkasbitung, Seksi II : Rangkasbitung – Bojong, dan Seksi III : Bojong – Panimbang. Jalan Tol Serang Panimbang merupakan satu dari proyek strategis nasional (PSN) yang ditetapkan oleh Pemerintah. Jalan tol ini dibangun sebagai penunjang pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.

Pemerintah pusat mengharapkan jalan tol ini mampu beroperasi di tahun 2019. Dengan adanya jalan Tol Serang Panimbang, diharapkan akan mendorong tumbuhnya pembangunan infrastruktur dan ekonomi di kawasan Propinsi Banten pada umumnya dan kawasan sekitar Serang, Pandeglang dan lebak pada khususnya.