Informasi Agenda Kegiatan   |   Informasi Agenda Kegiatan   |   Informasi Agenda Kegiatan

Agenda Kegiatan

11/06/2017

Berbagi Bingkisan Ramadhan 1438 H di Pondok Pesantren Al – Hikmah Cinere, Depok.

14/06/2017

Penandatanganan Nota Kesapahaman Pengguna Dana Badan Usaha Terlebih Dahulu Untuk Pengadaan Tanah Tahun 2017 Antara Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan dan Badan Usaha

20/06/2017

Rapat Komisaris dan Direksi PT Wijaya Karya Serang Panimbang


Pembebasan Lahan Tol Serang-Panimbang Selesai Akhir Tahun

Kamis-09 Juni || Ditulis Oleh Anisa

SERANG – Pemerintah Provinsi Banten meminta kepala daerah mengawal proses pembebasan lahan pembangunan jalan tol Serang-Panimbang sepanjang 83,6 kilometer (km). Itu dilakukan agar pengadaan lahan proyek ini dapat selesai pada akhir 2017.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Ranta Suharta mengatakan, salah satu yang menjadi fokus dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan penyusunan Recana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Banten 2018 adalah persoalan infrastruktur, termasuk mengawal program strategis nasional, diantaranya pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.

"Sekarang mulai pembebasan lahannya mulai dari Serang, maka Kota Serang melalui walikotanya harus backup itu supaya berjalan lancar. Terus sampai dengan Pandeglang kita harus akses itu," kata Ranta di Serang, Selasa (11/4).

Ia meminta kepada seluruh kepala daerah yang terkena akses jalan tol tersebut supaya mengawal proses pembebasan lahan agar berjalan lancar untuk membantu tugas PPK yang dari pusat. "Memang PPK-nya itu dari pusat, daerah harus bantu agar berjalan lancar," kata Ranta.

Ranta mengatakan, hingga saat ini proses tersebut berjalan lancar dan tidak ada kendala, sehingga diharapkan tahun 2017 ini seluruh pembebasan lahan bisa selesai. "Memang kemarin ada sedikit kendala tapi sudah bisa diatasi," katanya.

Di antara kendala tersebut, kata dia, adalah hampir sebagian lahan yang akan dipakai jalan tol di wilayah Lebak yang kategorinya masuk tanah negara. Namun demikian, persoalan tersebut sudah dikordinasikan dengan PT Perhutani dan Kementerian Kehutanan dan BUMN. "Anggarannya dari pusat, kita bantu menyiapkan data saja," kata Ranta seperti dikutip Antara.

Anggaran yang disediakan pemerintah pusat untuk pembebasan lahan tersebut untuk tahun ini sekitar Rp 700 miliar lebih dan ditargetkan tahun ini pembebasan lahan tersebut harus selesai.

Penjabat (Pj) Gubernur Banten Nata Irawan dalam Musrenbang Provinsi Banten mengatakan berkaitan dengan pelaksanaan proyek-proyek strategis nasional di Provinsi Banten, Pemprov Banten akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut.

Adapun proyek strategis nasional yang ada di Banten meliputi pembangunan jalan tol Serang-Panimbang (83,6 km), jalan tol Kunciran-Serpong (11,19 km), jalan tol Serpong-Cinere (10,14 km), jalan tol Serpong-Balaraja (30 km), kereta api ekspres Soekarno Hatta- Sudirman, dan Bandara Banten Selatan.

Selanjutnya, pengembangan bandara udara Soekarno Hatta termasuk terminal 3, pembangunan terminal LPG Banten kapasitas 1 juta ton per tahun, pemanfaatan dan pengembangan energi asal sampah kota-kota besar di Tangerang, bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Kawasan ekonomi khusus Tanjung Lesung dan percepatan infrastruktur transportasi, listrik dan air bersih untuk kawasan strategis pariwisata nasional.