Informasi Agenda Kegiatan   |   Informasi Agenda Kegiatan   |   Informasi Agenda Kegiatan

Agenda Kegiatan

09/08/2017

Pengumuman, Hasil Prakualifikasi Pekerjaan Jasa Konsultansi Supervisi Teknik Perkerjaan Pembangunan Jalan Tol Serang Panimbang

11/06/2017

Berbagi Bingkisan Ramadhan 1438 H di Pondok Pesantren Al – Hikmah Cinere, Depok.

14/06/2017

Penandatanganan Nota Kesapahaman Pengguna Dana Badan Usaha Terlebih Dahulu Untuk Pengadaan Tanah Tahun 2017 Antara Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan dan Badan Usaha

20/06/2017

Rapat Komisaris dan Direksi PT Wijaya Karya Serang Panimbang

Berita


Serang Panimbang Optimis Berkembang
Kamis-01 Juni || Ditulis Oleh Anisa

Jakarta - Setelah Tol Surabaya-Mojokerto, Solo-Kertosono, Soreang-Pasir Koja, Manado-Bitung dan Balikpapan-Samarinda, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Kembali mengepakkan sayapnya dengan masuk sebagai investor sekaligus kontraktor pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dengan Badan Pengusahaan Jalan Tol (BPJT) dan Perjanjian Penjaminan Proyek Tol Serang – Panimbang dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) di Graha Sawala, Gedung Kementrian Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/2) Penandatanganan kedua perjanjian strategis tersebut dilakukan oleh Direktur Keuangan PT Wijaya Karya Serang Panimbang, Mulyana dengan Kepala BPJT, Herry Trisaputra Zuna dan Direktur Utama PII, Sintya Rusli serta disaksikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimujono dan Jaksa Agung, M. Prasetyo.

Jalan Tol Serang – Panimbang merupakan salah satu dari empat ruas jalan tol Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) yang mendapat dukungan pemerintah dalam bentuk penjaminan bersama dari kementerian Keuangan dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Sebelumnya, WIKA telah membentuk anak perusahaan baru PT Wijaya Karya Serang Panimbang sebagai badan usaha yang akan menangani proyek investasi Jalan Tol Serang – Panimbang. Dalam struktur kepemilikan, WIKA memiliki saham sebesar 80% dan sisanya dimiliki oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PTPP) sebesar 15% dan PT Jababeka Infrastruktur sebesar 5%. Pembentukan entitas anak tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Usaha Patungan (PUP) dan akta pendirian PT Wijaya Karya Serang Panimbang yang dilakukan oleh Direktur Operasi III WIKA Destiawan Soewardjono, Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur Tjahjadi Rahardja dan disaksikan oleh Manajemen PTPP di WIKA Tower Jakarta, Jumat (17/2) yang baru lalu.

Dalam sambutannya, Destiawan menyampaikan bahwasannya WIKA menyambut baik terbentuknya PT Wijaya Karya Serang Panimbang ini, “Kami berharap dengan berdirinya perusahaan ini, kelak pembangunan infrastruktur dan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Serang dan Banten khususnya dapat tumbuh dan berkembang pesat.” Ujar Direktur Operasi III itu optimis.

Jalan Tol Serang – Panimbang merupakan satu dari proyek strategis nasional (PSN) yang ditetapkan oleh Pemerintah. Jalan tol ini dibangun sebagai penunjang pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Dengan panjang yang mencapai 83,677 km, pengerjaan proyek ini membutuhkan total investasi senilai Rp 5,329 triliun. (Source: WIKAmagz).


BUMN BERBAGI BINGKISAN RAMADHAN 1438 H
Kamis-01 Juni | Oleh Anisa

Minggu (12/06/2017), Guna menyemarakkan semangat di bulan Ramadhan, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. melaksanakan kegiatan yang bertajuk BUMN Berbagi Bingkisan Ramadhan 1438 H.

Program Bingkisan Ramadhan ini diprakarsai oleh Kementerian BUMN, melalui Program BUMN Hadir Untuk Negeri, dengan WIKA sebagai salah satu ujung tombak BUMN yang secara aktif melaksanakan komitmen peduli pada masyarakat dan lingkungan.

Dalam kegiatan BUMN Berbagi Bingkisan ramadhan 1438 h ini, WIKA melaksanakannya di berbagai lokasi dengan melibatkan seluruh Direksi dan Manajemen WIKA Grup.

PT Wijaya Karya Serang Panimbang sebagai bagian dari WIKA Grup, mendapat penugasan untuk melaksanakan kegiatan ini di Pondok Pesantren Al-Hidayah yang beralamat di Jalan Masjid 1 No. 30 Cinere, Depok.

Dalam kegiatan ini, dari PT Wijaya Karya Serang Panimbang hadir seluruh jajaran Direksi serta Tim Manajemen, dan dari Pondok Pesantren Al-Hidayah hadir KH. Abdullah HM selaku pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah, para ustad dan pengajar, serta para Santri. Turut pula hadir pada kegiatan ini adalah Lurah Cinere dan wakil warga yang berdomisil di sekitar Pondok Pesantren Al-Hidayah.

Kehadiran Direksi dan Tim Manajemen PT Wijaya Karya Serang Panimbang di Pondok Pesantren Al-Hidayah, disambut dengan marawis yang dibawakan oleh para santri pondok pesantren.

Acara Kegiatan dimulai pada pukul 08.45 WIB didahului dengan pembacaan Kalam Ilahi (Al-Quran), dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Utama PT Wijaya Karya Serang Panimbang.

Dalam sambutannya, Entus Asnawi Mukhson selaku Direktur Wijaya Karya Serang Panimbang menyampaikan “ selain dalam rangka membangun silaturahim dengan pihak pondok pesantren, juga menyampaikan bahwa kegiatan BUMN berbagi bingkisan Ramadhan 1438 H ini merupakan prakarsa dari Kementerian BUMN melalui program BUMN untuk Negeri dan PT Wijaya Karya mendapat kesempatan untuk melaksanakannya di Pondok Pesantren Al-Hidayah. Lebih lanjut Dirut PT Wijaya Karya Serang Panimbang mengingatkan akan pentingnya kita semua menjaga kesatuan NKRI dan senantiasa berpedoman kepada Pancasila, UUD 1945 serta menjaga kebhinekaan untuk terjaganya keutuhan, persatuan dan kesatuan di Bumi pertiwi Indonesia. Kami berharap, apa yang kami serahkan dalam bentuk bingkisan Ramadhan 1438 H ini dapat diterima dengan baik dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan menjadi berkah bagi kita semua.” Ujar Dirut PT Wijaya Karya Serang Panimbang mengakhiri sambutannya.

Adapun sesi pemberian Bingkisan Ramadhan 1438 H kepada pihak Pesantren Al-Hidayah, diawali dengan penyerahan uang Tunai sebesar Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) yang diserahkan langsung oleh Dirut PT Wijaya Karya Serang Panimbang kepada K.H. Abdullah HM selaku Pimpinan pondok Pesantren Al-Hidayah. Dilanjutkan dengan pemberian simbolis 50 kg daging yang diserahkan oleh Mulyana selaku Direktur Keuangan PT Wijaya Karya Serang Panimbang, dan berikutnya adalah penyerahan simbolis 50 kg beras yang diserahkan oleh Jaka Suprihana selaku Direktur Operasi PT Wijaya Karya Serang panimbang.

Penyerahan Bingkisan selanjutnya dilakukan secara bersama oleh Direksi dan Tim Manajemen PT Wijaya Karya Serang Panimbang, berupa penyerahan secara simbolis 20 paket sembako dan uang tunai untuk para santri dan perwakilan warga yang berada disekitar lokasi Pondok Pesantren.

Acara kemudian ditutup dengan penampilan Grup Qosidah Santri Pondok Pesantren dan dilanjutkan dengan berfoto bersama dan beramah tamah.


Jelang Pembebasan Lahan Tol Serang-Panimbang, Ini Instruksi Khusus BPN
Kamis-01 Juni || Ditulis Oleh Dewi

JawaPos.com - Proses pembebasan lahan Tol Serang-Panimbang di wilayah kabupaten dan Kota Serang sudah dimulai Senin (10/4) yang lalu. Untuk mempermudah prosesnya, masyarakat diimbau agar tidak melakukan proses rekayasa dokumen.

Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Serang, Nazron BR mengatakan, pihaknya akan melakukan proses inventarisasi dan identifikasi data dokumen tanah yang akan dibebaskan untuk keperluan pembangunan tol Serang-Panimbang.

“Intinya, itu pengukuran bidang per bidang atau pengumpulan data yuridisnya,” katanya seusai sosialisasi pelaksanaan pembebasan lahan di aula Kantor BPN Serang, dilansir Radar Banten Online (Jawa Pos Grup), kemarin.

Ia meminta, saat proses inventarisasi dan identifikasi dilakukan, masyarakat aktif dan memberikan data dengan sebenar-benarnya. Sebab, jika terjadi rekayasa pada dokumen, bisa berakibat fatal yang berujung pada kasus hukum.

“Kalau ada yang berikan data dan terjadi masalah, kami berhak menuntut mereka karena data yang diberikan itu tidak benar,” jelas dia.

Berdasardata perencanaan dan persiapan yang dilakukan Kementerian PUPR, ada 1.695 bidang tanah di kabupaten dan Kota Serang yang akan diinvetarisasi. Tanah tersebut berada di empat kecamatan, dua kelurahan, dan 14 desa. “Pengumuman hasil identifikasi atau peta bidang itu 14 hari kerja, yakni pada 30 Mei sampai 19 Juni 2017,” ujarnya.

Saat diumumkan hasil pemetaan awal, masyarakat diperbolehkan melakukan komplain jika terjadi kesalahan data selama 14 hari kerja pascapengumuman.

“Kalau masih ada kesalahan, tim akan turun ke lapangan untuk uji ulang. Jika sudah, nantinya data itu akan dinilai oleh tim appraisal yang ditunjuk Kementerian untuk menentukan harga tanah,” ujar Nazron.

Jika tidak ada kendala teknis di lapangan maka rencana ganti untung atas pembebasan lahan sudah mulai dilakukan dari 9 sampai 31 Oktober 2017.

“Saat ada masyarakat tidak setuju dan minta harga lebih dari penilaian maka masyarakat harus membuktikan harga yang dimintanya dengan lebih dahulu melakukan gugatan di pengadilan sampai akhirnya diputus,” tambah Ikhsan.

Kanit Krimum Bagian Hartabangda Polda Banten AKP Ganda mengatakan, proses pelaksanaan pembebasan lahan sebaiknya dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada.

“Jangan sampai ada rekayasa yang ujung-ujungnya berurusan pada hukum,” katanya yang ikut hadir dalam acara tersebut.

Pihaknya sebagai pendamping dan pengawas berharap, semua pihak proaktif untuk menyukseskan salah satu proyek strategis nasional yang ada di Banten ini.

“Harapan kami dari Polda Banten, suksesnya proyek pembangunan ini. Karena proyek ini untuk masyarakat Banten dan anak cucu kita ke depan,” katanya.

Kata dia, jika ada masalah hukum di lapangan, para petugas tidak perlu melakukan inisiatif sendiri. Biarkan pihak berwenang yang melakukan prosesnya. “Bapak-bapak (menyebut petugas tim BPN-red) beri informasi langsung agar didiskusikan penyelesaian masalahnya,” pungkas Ganda.



Pembebasan Lahan Proyek Jalan Tol Serang-Panimbang Dimulai
Kamis-01 Juni | Oleh Dewi

TEMPO.CO, Serang - Proyek pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 84 kilometer kini telah memasuki proses pembebasan lahan. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Hudaya Latuconsina mengatakan pembebasan lahan untuk proyek pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang saat ini sudah dimulai.

Pemerintah mengalokasikan dana Rp 11 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017 untuk proyek jalan tol itu. Alokasi tersebut dibagi untuk dua pos kegiatan. Untuk pembebasan lahan dianggarkan Rp 1 triliun, sementara pekerjaan fisik Rp 10 triliun.

Menurut Hudaya, pembebasan lahan tersebut dilakukan secara bertahap dan dimulai dari Kabupaten Serang. "Proses pembebasan lahan sudah mulai dilakukan, tapi progresnya belum kita terima secara pasti karena masih terus berjalan,” ucap Hudaya, Kamis, 16 Maret 2017.

Hudaya menjelaskan, dari sisi teknis pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang, keterlibatan Pemerintah Provinsi Banten hanya sampai pada penetapan lokasi. “Tugas kami sudah selesai sejak penetapan lokasi, jadi tidak ada campur tangan dari Pemprov Banten lagi. Beda dengan Bandara Banten Selatan, kami terus dilibatkan,” ujar Hudaya.

Menurut Hudaya, Pemprov Banten tidak bisa memperkirakan kapan pembebasan lahan yang akan melintasi empat wilayah, yakni Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang, selesai. "Karena yang kita tahu, jalan tol itu ditargetkan beroperasi pada 2019.”
Pembangunan jalan tol sepanjang 84 kilometer ini dilakukan oleh PT Wijaya Karya (Wika) dengan melewati 14 kecamatan dan 48 desa. Kehadiran jalan tol ini diharapkan mendukung akses jalan menuju Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) serta akses pengiriman logistik barang dari Banten selatan menuju Jakarta dan Pelabuhan Merak.

Selain itu, jalan ini mampu mempersingkat jarak tempuh dari Kota Serang menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang. Jalan Tol Serang-Panimbang akan dibangun lebih panjang daripada Jalan Tol Tangerang-Merak yang panjangnya hanya 72,45 kilometer.

Presiden Joko Widodo sebelumnya berjanji akan membangun jalan tol yang menghubungkan Jalan Tol Jakarta-Merak dengan Tanjung Lesung untuk menunjang KEK Pariwisata Tanjung Lesung. “Dua-duanya harus jalan bareng. Perkiraan saya, jalan tolnya ini tiga tahun jadi," tutur Presiden Jokowi saat meresmikan KEK Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, 23 Februari 2015 lalu.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi IV Bidang Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Banten Thoni Fatoni Mukhson mengatakan Pemprov Banten dan pemerintah kabupaten/kota memiliki tanggung jawab dalam proses percepatan pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang dan proyek strategis nasional lain yang diplot di Banten. "Banten harus bertanggung jawab terhadap proyek strategis nasional. Jika memang ada cost sharing (pembagian beban anggaran), itu risiko," katanya.


Garap Tol Serang-Panimbang, Wijaya Karya Setor Rp1,12 Triliun
Kamis-01 Juni | Oleh Dewi

Jakarta, CNN Indonesia - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berencana menyetorkan modal kepada PT Wika Serang Panimbang (WSP) sebesar Rp1,12 triliun untuk proyek jalan tol yang digarap dengan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP).

Direktur Keuangan Wijaya Karya Antonius N. S. Kosasih menerangkan, jumlah setoran modal tersebut setara dengan 80 persen modal disetor Waskita Serang Panimbang.

Seperti diketahui, Wijaya Karya berhasil keluar menjadi pemenang dalam pembangunan jalan tol Serang-Panimbang yang memiliki panjang 83,6 kilometer (km).

"Dengan terlaksananya transaksi, perusahaan dapat mengembangkan usahanya dalam bidang investasi jalan tol dan dapat menjadi kontraktor yang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan," ungkap Antonius, Rabu (22/2).

Selain itu, dengan transaksi ini maka perusahaan dapat mempertahankan proporsi jumlah sahamnya dalam Wika Serang Panimbang. Dalam hal ini, Wijaya Karya mengenggam saham sebesar 65,05 persen dalam proyek tersebut, sedangkan sisanya digenggam oleh PTPP yakni, 51 persen.

Artinya, Wijaya Karya menjadi perusahaan konstruksi yang memiliki kendali atas pengoperasian dan pengelolaan jalan tol nantinya. Dengan begitu, hal ini dapat berimbas positif bagi kinerja perusahaan.

"Selain itu bisa memberikan nilai tambah bagi pemegang saham," imbuh dia.

Namun demikian, jika proyek jalan tol ini nyatanya tidak menguntungkan, maka Wijaya Karya dapat mengalai kerugian atas investasi yang dilakukannya. Akan tetapi, perusahaan tidak mundur dengan adanya potensi risiko ini karena perusahaan mengklaim dapat mengatasinya.

"Kalau gagal perusahaan dapat dianggap gagal mengembangkan Wika Serang Panimbang dan dapat berpengaruh negatif kepada kredibilitas perusahaan," papar Antonius.

Untuk diketahui, pemerintah tengah menggenjot proyek infrastruktur jalan tol pada tahun ini. Pada tahun ini, pemerinta menargetkan adanya beberapa ruas yang dapat beroperasi diantaranya, Bakauheni-Terbanggi Besar yang memiliki panjang ruas 140,93 km, lalu Medan-Binjai dengan panjang 16,8 km, Palembang-Indralaya sepanjang 22 km.

Sementara, untuk tol di Pulau Jawa yakni, Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 km dan Solo-Ngawi yang memiliki ruas panjang 90 km.